Tampilkan postingan dengan label Sensor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sensor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Maret 2013

Skema rangkaian mesin penetas telur otomatis

Skema rangkaian penetas telur otomatis ini cukup sederhana dan mudah untuk dibuat. Komponen utama dari rangkaian ini adalah thermistor. Thermistor adalah komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Dengan sensor ini tentunya kita bisa mengatur suhu ruangan sesuai dengan yang kita inginkan. Oleh karena itu skema rangkaian ini bisa dipakai untuk mesin penetas telur otomatis. Mesin penetas telur otomatis itu pada prinsipnya ketika suhu meningkat lebih dari seharusnya atau setelannya maka pemanas atau lampu akan padam atau kipas penyedot akan menyala. Dan ketika suhu ruangan melewati batas suhu terendah maka pemanas atau lampu akan menyala. Skema rangkaian yang saya berikan ini sangat tepat dengan prinsip atau cara kerja dari sebuah mesin penetas telur otomatis.

Skema rangkaian penetas telur otomatis
Transistor menggunakan jenis PNP misal  ZT2284 atau BC557 atau BD140

Ilustrasi penempatan alat:


Cara kerja rangkaian:

Suhu ruangan untuk mesin penetas telur biasanya 37.8° C atau 100° F. Ketika suhu ruangan diatas 38°C relay akan bekerja untuk menghidupkan kipas penyedot dan mematikan lampu. Ketika suhu ruangan turun dibawah 37° C maka relay mati dan lampupun menyala. Lamanya relay bekerja diatur oleh VR2 (Hysteresis= perbandingan suhu tertinggi dengan terendah). Perbedaan suhu hanya berkisar 0.5°-1°. . VR1 mengatur tinggi rendahnya suhu yang ingin dicapai. VR3 untuk menghaluskan pengaturan suhu yang ingin dicapai.

Catatan:
Relay yang digunakan menggunakan relay yang 2 Pin, Pin pertama untuk kipas, dan pin satunya lagi bisa digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu. Ketika relay mendapat tegangan atau lagi bekerja maka lampu mati demikian pula sebaliknya ketika relay tidak mendapat tegangan maka lampu menyala. Jadi tidak usah membuat rangkaian yang kedua.

Sumber:  http://www.craig.copperleife.com

Rabu, 16 Januari 2013

Skema Rangkaian Saklar Cahaya Otomatis

Skema Rangkaian Saklar Cahaya Otomatis ini sangat cocok untuk memberi penerangan sementara ketika suatu ruangan menjadi gelap akibat putusnya aliran listrik atau terjadi korsleting dan akan memberi penerangan selama jangka waktu tertentu antara 1 jam sampai dengan 5 jam bisa diatur.
Skema rangkaian:

Skema Rangkaian Saklar Cahaya Otomatis
The switch is a semiconductor relay S202DS2 and the oscillator is 4060.


Cara kerja rangkaian:
From the moment that T4 and T5 are opened, relay’s LED start to light and powers the lamp. As soon as one of the transistors is blocked the lamp will go OFF. The phototransistor T3 will be the one that blocks T5 if there is light that falls on T3. The T2′s base-emitter junction is connected in parallel with T3 and so will be blocked as long there is light. T2 will continuously resest IC1 whose counter outputs will be in “0″ state.

When the night falls R7 provides base current for T2 and the transistor starts to conduct. The counter can now starts to count the impulses from the internal oscillator and in this time the light will bulb will stay lit. After a time, when the output of Q13 goes in state “1″ T4 is blocked. This causes the relay’s LED to go off and the lamp too.

There is no need for external power supply because the light sensor switch is powered directly from the 220V mains. D1 … D5 diodes rectifies the voltage and C4 filters it.
C5 is working as a resistor so will need to have the working voltage of minimum 400V but the 630V is preferable.

S202DS2 is a Triac-Full-Wave-Output Optocoupler produced by Sharp Electronics in a TO-220 package.
The maximum peak-to-peak voltage is 600V, max on-state current is 8 Ampere and the input trigger current is 8 mA.

Caution! This circuit is powered directly from 220V. Attention will be given for appropriate isolation of the switch block.